Pemerintah mengeluarkan pernyataan melalui Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, bahwa beban subsidi membengkak sebesar Rp. 4,08 triliun dari pagu APBN-P 2008. Sehingga total subsidi BBM sampai Oktober 2008 berjumlah Rp. 130,90 triliun. Adapun pagu subsidi BBM dan LPG berdasarkan APBN-P 2008 sebesar Rp. 126,82 triliun.

APBN-P 2008 juga memuat besaran volume konsumsi BBM bersubsidi yaitu:
Premium = 18.480.000.000 liter
Solar = 11.000.000.000 liter
Kerosene = 7.560.000.000 liter
LPG = 1.114.019.000 kg

Pembahasan akan kita mulai dengan BBM subsidi. Pengertian subsidi adalah: selisih harga patokan dengan harga eceran di luar pajak-pajak. Harga patokan menggunakan formula yaitu: MOPS + 9% (distribusi dan margin). Sedangkan harga eceran adalah harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah diluar pajak-pajak. Dimana, untuk premium dan solar akan dikenakan pajak PPN (10%) dan PBBKB (5%). Adapun minyak tanah (kerosene) hanya dikenakan pajak PPN (10%).

Untuk premium, perhitungan yang diperoleh adalah:

premium-1.jpg

Tabel 1: Harga Dasar Premium dan Harga Patokan

Harga dasar premium mengalami penurunan yang sangat drastis. Sejak bulan Oktober 2008, telah berada di bawah Rp. 6000.

premium-2.jpg

Tabel 2: Harga Premium vs Subsidi

Dari perhitungan yang kami lakukan, pada bulan November 2008 harga premium telah jauh di bawah harga eceran
yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan perhitungan, harga patokan premium di bulan November adalah Rp. 3.893, sehingga masyarakat harus mesubsidi pemerintah sebesar Rp 1.207. Perhitungan tersebut dari selisih antara harga patokan premium - harga tanpa pajak, yaitu: (Rp 3.893 - Rp 5.100).

Total subsidi premium dari Januari 2008 sampai November 2008 adalah sebesar Rp. 31,145 triliun.

grafik-premium.jpg

Grafik 1: Harga Dasar Premium, Harga Patokan, Subsidi

Untuk solar, perhitungan yang diperoleh adalah:

solar-1.jpg

Tabel 3: Harga Dasar Solar dan Harga Patokan

Harga dasar solar telah mencapai di angka Rp. 5.059,15 sejak November 2008. Harga dasar solar di bulai Mei-Juli masih berada di atas Rp. 9.000

solar-2.jpg

Tabel 4: Harga Solar vs Subsidi

Sejak November 2008, subsidi solar hanya sebesar Rp. 839/liter. Total subsidi solar dari Januari 2008 sampai November 2008 adalah: 38,832 triliun.

grafik-solar.jpg

Tabel 4: Harga Solar vs Subsidi

Untuk minyak tanah, perhitungan yang diperoleh adalah:

mitan-1.jpg

Tabel 5: Harga Dasar Mitan vs Harga Patokan

Harga dasar minyak tanah juga telah berada di bawah Rp. 6.000 sejak Oktober 2008.

mitan-2.jpg

Tabel 6: Harga Mitan vs Subsidi

Penurunan harga dasar minyak tanah membuat subsidi minyak tanah juga terus berkurang

grafik-mitan.jpg

Grafik 3: Harga Dasar Mitan, Harga Patokan, dan Subsidi

Total subsidi minyak tanah dari Januari 2008 sampai November 2008 adalah: Rp. 42,635 triliun.

Jika kita jumlahkan subsidi premium, solar, dan minyak tanah dari Januari 2008 sampai November 2008 adalah sebesar: 112,612 triliun. Perhitungan kami masih di bawah target APBN-P 2008.

Keterbukaan ke publik dari pihak Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sangat diperlukan untuk menjelaskan membengkaknya subsidi BBM sebesar 4,08 triliun.

Oleh:

Hendri Edianto