24 Mar
Posted by Hendri Edianto as LPG
Pemerintah Indonesia melalui Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi — telah membuat blue print Program Pengalihan Minyak Tanah ke LPG 2007-2012. Berdasarkan blue print yang telah dibuat tersebut, daerah Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang akan dikonversi pemakaiaan minyak tanah bersubsidi ke LPG 3 kg oleh Pemerintah dengan jumlah estimasi pengguna minyak tanah bersubsidi yang akan dikonversi ke pengguna LPG 3 kg sebesar 8,7 juta kepala keluarga.
Program konversi mitan ke LPG 3 kg akan diselesaikan tahun 2009 untuk daerah Provinsi Jawa Timur. Adapun besar calon penerima LPG 3 kg per kepala keluarga di setiap daerah di Provinsi Jawa Timur adalah sebagai berikut:
Dengan menggunakan asumsi pemakaian LPG 3 kg per kepala keluarga adalah sebesar 9 kg LPG per bulan, maka didapatkan grafik konsumsi LPG 3 kg untuk tiap bulannya adalah sebagai berikut:
Jumlah konsumsi LPG 3 kg yang cukup besar tersebut, seharusnya juga harus didukung dengan kesiapan infrastruktur LPG 3 kg di daerah Provinsi Jawa Timur. Kesiapan infrastruktur dibutuhkan agar masyarakat di daerah Provinsi Jawa Timur dapat dengan mudah mendapatkan LPG 3 kg tanpa ada rasa beban psikologis akan terjadinya kelangkaan.
Untuk infrastuktur LPG yang ada selama ini adalah infrastukutur rantai distribusi LPG untuk 6 kg, 12 kg, 50 kg tergambar seperti dibawah ini:
Adapun infrastuktur rantai distribusi minyak tanah bersubsidi selama ini seperti tergambar di bawah ini:
Program konversi ke LPG juga bertujuan agar rantai distribusi minyak tanah bersubsidi dikonversi menjadi rantai distribusi LPG. Sehingga rantai LPG 3 kg bersubsidi adalah mengubah agen pangkalan minyak tanah (APMT) menjadi Agen LPG 3 kg, pangkalan minyak tanah (PMT) menjadi pangkalan LPG 3 kg, dan para pengecer mitan bersubsidi menjadi pengecer LPG 3 kg.
Rantai distribusi untuk LPG 3 kg yang akan dibuat adalah :
Dari rantai distribusi LPG 3 kg tersebut, akan dibahas kebutuhan infrastrukutur LPG 3 kg yang harus ada. Kebutuhan infrastrukur harus disesuaikan dengan kebutuhan LPG 3 kg warga yang ada di daerah Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan asumsi kuota 90% dari jumlah kepala keluarga dari Badan Pusat Statistik - Potensi Desa 2005-, untuk mendapatkan jumlah konversi pengguna minyak tanah bersubsidi ke LPG 3 kg. Jumlah kepala keluarga di provinsi Jawa Timur adalah 9. 694.644, dengan asumsi kuota 90% maka 8.725.180 kepala keluarga yang akan menggunakan LPG 3 kg. Dengan asumsi konsumsi LPG 3 kg per kepala keluarga adalah 9 kg/bulan maka dibutuhkan 87.252.000 kg (87.252 ton) LPG per bulan atau 2.908 ton per hari. Dengan pengisian per 3 kg untuk 1 tabung, maka akan dibutuhkan 969.333 tabung 3 kg per hari.
Dari kebutuhan LPG 3 kg yang sangat besar tersebut, infrastruktur yang harus ada mulai dari depot LPG, SPPBE, agen LPG 3 kg, pangkalan LPG 3 kg. Saat ini, fasilitas infrastuktur LPG yang ada hanya bisa memenuhi LPG sekala tabung: 6 kg, 12 kg, 50 kg. Belum ada informasi yang menyatakan telah diberoperasi SPPBE khusus untuk LPG 3 kg. SPPBE yang ada melakukan filling (pengisian) untuk LPG 3 kg dalam rangka mendukung program konversi minyak tanah bersubsidi ke LPG 3 kg yang sedang berlangsung di beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur yaitu: kota Surabaya, kab. Sidoarjo, kab. Gresik, kab. Malang, dan kota Malang. Adapun fasilitas infrastruktur LPG yang ada di daerah provinsi Jawa Timur untuk saat ini adalah:
Depot LPG:
SPPBE:
Kapasitas Depot LPG dan SPPBE merupakan infrastruktur yang terpenting di dalam rantai distribusi LPG. Dengan kapasitas depot LPG yang ada, tidak akan cukup untuk memenuhi LPG 3 kg yang dibutuhkan. Oleh karena itu, harus dibangun Depot LPG baru yang dapat menyimpan LPG sebanyak 14 X 2.908 ton = 40.172 ton. Adapun angka 14 dibuat sebagai angka buffer (stok cadangan) agar tidak terjadi kekurangan supply LPG. Untuk mengamankan pengisian tabung LPG 3 kg, maka harus dibangun SPPBE yang dapat memenuhi 2.908 ton/hari atau 87.252 ton/bulan. Dengan kapasitas SPPBE yang ada hanya dapat menghasilkan filling sebesar 10.000 Metric Ton (MT) /bulan, tidak mungkin cukup untuk memenuhi permintaan LPG 3 kg. Asumsi kapasitas filling 1 SPPBE adalah 2000 Metric Ton/bulan, maka harus dibangun sekitar 44 SPPBE baru (87.252 ton/bulan dibagi 2000 Metric Ton/bulan). Pembangunan 1 SPPBE membutuhkan dana sekitar Rp. 5-10 milyar. Total dana yang dibutuhkan untuk membangun 44 SPPBE sekitar Rp. 220-440 milyar.
Untuk mengkonversi agen minyak tanah (APMT) menjadi agen LPG 3 kg, dibutuhkan modal investasi yang besar. Asumsi yang digunakan adalah: para agen membeli 10.000 tabung dengan isi 3 kg LPG yang setara dengan sekitar 52.000 liter minyak tanah ( 52 KL). Investasi yang diperlukan para agen LPG 3 kg adalah untuk membeli tabung LPG 3 kg sebanyak sekitar 10.000 tabung yang akan digunakan sebagai rolling ke pangkalan LPG 3 kg. Para agen LPG 3 kg untuk membeli 10.000 tabung, maka modal investasi yang dibutuhkan untuk membeli tabung dan isi yang seharga Rp 150 ribu x 10.000 tabung = Rp 1.500.000.000 diluar fasilitas gudang dan mobil angkut. Modal yang cukup besar tersebut tentu harus menjadi pertimbangan khusus. Ada kemungkinan para agen minyak tanah tidak memiliki modal untuk bisa mengkonversi menjadi agen LPG 3 kg, sehingga perlu dicari solusi yang baru agar rantai distribusi LPG 3 kg tidak terputus.
Untuk mengkonversi pangkalan minyak tanah (PMT) menjadi pangkalan LPG 3 kg, juga dibutuhkan modal investasi yang besar. Asumsi yang digunakan adalah: para PMT membeli 1.000 tabung dengan isi 3 kg LPG yang setara dengan 5.200 liter minyak tanah. Investasi yang diperlukan para pangkalan LPG 3 kg adalah untuk membeli tabung LPG 3 kg sebanyak sekitar 1000 tabung yang akan digunakan sebagai rolling ke konsumen akhir atau ke pengecer. Para pangkalan LPG 3 kg untuk membeli 1000 tabung, maka modal investasi yang dibutuhkan untuk membeli tabung dan isi yang seharga Rp 150 ribu x 1000 tabung = Rp 150.000.000 diluar fasilitas gudang. Modal yang cukup besar tersebut tentu harus menjadi pertimbangan khusus. Ada kemungkinan para pangkalan minyak tanah tidak memiliki modal untuk bisa mengkonversi menjadi pangkalan LPG 3 kg, sehingga perlu dicari solusi yang baru agar rantai distribusi LPG 3 kg tidak terputus. Berdasarkan informasi dari Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina, Ir. Ahmad Faisal, bahwa PT. Pertamina akan memberikan pinjaman ke para PMT sebesar 50 juta rupiah melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL ). Semoga bantuan tersebut bisa cair sehingga masalah beban permodalan yang ada di para PMT bisa berkurang.
Untuk mengkonversi pengecer minyak tanah (PMT) menjadi pengecer LPG 3 kg, juga dibutuhkan modal investasi yang besar. Investasi yang diperlukan para pengecer LPG 3 kg adalah untuk membeli tabung LPG 3 kg sebanyak sekitar 100 tabung yang akan digunakan sebagai rolling ke konsumen akhir. Para pengecer LPG 3 kg untuk membeli 100 tabung, maka modal investasi yang dibutuhkan untuk membeli tabung dan isi yang seharga Rp 150 ribu x 100 tabung = Rp 15.000.000. Modal yang cukup besar tersebut tentu harus menjadi pertimbangan khusus.
Kesiapan infrastruktur rantai distribusi LPG 3 kg harus benar-benar ditelaah lebih cermat dan teliti sehingga security of supply (keamanan pasokan) LPG 3 kg ke konsumen akhir dapat terlaksana dengan baik.
Oleh :
Hendri Edianto
Direktur Riset
16 Responses
haryanto
April 28th, 2008 at 6:36 pm
1mohon penjelasan cara menjadi agen lpg 3 kg , tp saya bukan agen minyak tanah
risvico
June 11th, 2008 at 10:12 am
2Salam sukses.
Pak, terima kasih banyak atas sajian info berharga di atas. saya mohon ijin mengkopi untuk bahan presentasi kuliah supplay chain manajemen 1 minggu lagi.
Tuhan yang membalas.
R Vico
fitri
December 16th, 2008 at 1:23 pm
3terima kasih atas data-datanya,
saya sdg membuat thesis ttg distribusi lpg,
tentunya sumber data ini pasti saya cantumkan.
God bless…
fitri
December 16th, 2008 at 1:25 pm
4apakah mas hendri ada data utk jabar, jateng, DIY, DKI ?
wahyono
December 28th, 2008 at 4:31 pm
5mas sy minta tlng no tlp yg harus sy hub apabila menjadi agen mitan / LPG
Admin
December 28th, 2008 at 6:59 pm
6Dengan hormat,
Kami bukan pihak yang berwenang mengenai perizinan menjadi agen LPG.
Jika berminat, hubungi PT. Pertamina Unit Gas Domestik setempat.
Silahkan membuka weblink PT. Pertamina.
Salam,
yuniar
February 5th, 2009 at 3:08 pm
7Dengan hormat,
saya yuniar yang ingin membuat alat pengisian LPG 3 kg.yang mau saya tanyakan alur cara pengisiannya bagaimana?dari tangki sampai ke filling head.yang kedua Gas stop nya tipe brapa?atau nama lain dari gas stop karena saya cari di internet tidak di temukan,komponen filling headnya dan regulator pada pengaan tabung.
Terima kasih atas waktunya
uki
April 3rd, 2009 at 4:24 pm
8Dengan hormat,
Mas Hendri, Saya adalah pangkalan LPG3kg di kabupaten kebumen, jawatengah… Dikabupaten kami jadwal konversi adalah bylan mei 2009. Namun saat ini saya baru memiliki 100tbng, memang benar spt yg skrng sy hadapi adlh sulitnya mendapat tambahan modal usaha walaupun kami memiliki jaminan dll. Saya sudah mengajukan kredit ke bank BNI cab.Kebumen.jateng. namun sampai saat ini hasilnya nihil. Mohon informasi untuk BANK atau Koprasi atau apa saja yang bisa memberikan kredit modal usaha pangkalan lpg3kg saya…
Trimakasih Banyak…
Smoga Allah swt akan membalasnya..
Didik R
May 4th, 2009 at 2:25 pm
9Salam Sukses, buat bapak Hendri.
Hanafi
May 20th, 2009 at 8:40 am
10Semoga program kredit utk pangkalan gas cepat terlaksana
wendro
June 23rd, 2009 at 4:31 pm
11grafik2 tsb tidak terlihat. bisa minta file yg ukurannya lbh gede ke wmail saya? saya sdg melakukan riset untuk daerah sidoarjo.
terimakasih
wendro
Andrew
June 26th, 2009 at 3:46 pm
12Untuk membuat SPPBE itu dana yang dibutuhkan minimal berapa?
Syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi SPPBE ? dan keuntungan yang didapat dihitung dari mana?
Saya di daerah Tuban, Cepu, Bojonegoro, dan Babat, apakah daerah sana sudah ada SPPBE? Klu sudah ada, apakah saya boleh bangun SPPBE?
Mr Paul Poetra
September 8th, 2009 at 2:03 pm
13Salam jumpa mas !!!
Saya sekarang bekerja sebagai Konsultan distribusi Pertamina untuk Program Konversi di Sumatra Utara, tepatnya Gas Domestik Region I Medan…….Ada beberapa permasalahan yang terjadi di Kota Medan ttg adanya beberapa Kecamatan yg tidak mau wilayahnya dilakukan distribusi LPG uk. 3 kg, karena mereka berharap sebelum dilakukan distribusi harus ada terlebih dahulu disetiap Kecamatan adalah Posko Refiil 3 kg, dan juga ada beberapa Aparat/Staf yg memang ingin bermain diair keruh seperti adanya pungutan didalam pelaksanaan distribusi, dan juga adanya Aparat yg minta dibayarkan (puluhan juta) baru bisa dilaksanakan distribusi !!!???? apakah seperti begini perilaku dan karakter Aparat kita di Kota Medan ???
Karena itu melalui komentar saya ini, saya berharap saudara dapat hadir di kota Medan dan melakukan wawancara dengan Aparat di Kotamadya Medan dan beberapa Kecamatan sasaran Konversi……dan usul saya Anda juga bisa mewawancara Manajer Gasdom Region I Medan (Pak. Adi Haryono) sebagai perbandingan masukan permasalahan dimaksud……Atas responnya saya ucapkan terima kasih.
DIGDO AGUS S.
November 28th, 2009 at 9:31 pm
14mas sy minta tlng no tlp yg harus sy hub apabila menjadi agen mitan / LPG di kabupaten Pati Jateng,tapi saya bukan dari agen minyak tanah
arya
December 1st, 2009 at 10:21 am
15kami mau bangun sppbe, tapi daerah mana saja yang belum ada???
arya
December 1st, 2009 at 10:32 am
16kami mau bangun sppbe, tapi daerah mana saja yang belum ada???
mohon daftar sppbe yang baru tao mulai pembangunan, di seluruh indonesia, jawa, kalimantan, sulawesi, bali
081 934 624 222
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Categories
Archives
Links
Meta
Calendar
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
ERMI is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease